Belajar Fiqh

Sifat Ahli Neraka

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
قَالَ: نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا، مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ
قَالُوا: وَاللهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً، يَا رَسُولَ اللهِ

قَالَ: فَإِنَّهَا فُضِّلَتْ عَلَيْهَا بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا، كُلُّهَا مِثْلُ حَرِّهَا

“Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Api kalian ini yang dinyalakan oleh anak cucu Adam adalah satu dari tujuh puluh bagian panasnya Neraka Jahanam.”

Mereka berkata, “Bila seperti itu niscaya sudah cukup, wahai Rasulullah.”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya ditambahi enam puluh sembilan bagian, masing-masing seperti panasnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

🔰Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ

“Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.” (QS. Al-Wāqi’ah: 41)

فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ

“(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih.” (QS. Al-Wāqi’ah: 42)

وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ

“Dan naungan asap yang hitam.” (QS. Al-Wāqi’ah: 43)

لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ

“Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.” (QS. Al-Wāqi’ah: 44)

🔰Dalam ayat lain Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ

“Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya.” (QS. Al-Qāri’ah: 8)

فَاُمُّهُ هَاوِيَةٌ ۗ

“Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.” (QS. Al-Qāri’ah: 9)

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ

“Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?” (QS. Al-Qāri’ah: 10)

نَارٌ حَامِيَةٌ

“(Yaitu) api yang sangat panas.” (QS. Al-Qāri’ah: 11)

🔰Dari ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ

“Aku mengamati isi Neraka, dan aku melihat kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Al-Bukhari No. 6546)

🔰dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ، إِنَّ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ الْمُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ
قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ؟
قَالَ: عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ

“Setiap yang memabukkan adalah haram, sesungguhnya Allah menjanjikan kepada siapa saja yang minum minuman memabukkan, maka akan memberinya minuman kepadanya Thinatul Khabal.”

Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah apa itu Thinatul Khabal?”

Beliau menjawab,
Keringat penghuni Neraka, atau perasan keringat penghuni Neraka.” (HR. Muslim No. 2002)

🔰Dengan mengetahui sifat ahli Neraka, diharapkan setiap muslim selalu perhatian untuk menjauhkan diri dari Neraka;
▪️ tempat kesengsaraan dan kebinasaan,
▪️ tempat yang menyedihkan dan penuh azab,

🔰Setiap muslim hendaknya waspada terhadap Neraka dan sifat ahli Neraka.

🔰Setiap muslim hendaknya menjauhi akhlak-akhlak yang tercela. Mulai dari dusta, khianat, zalim, durhaka, memutus silaturahmi, dan akhlak mulai lainnya.

🔰Panasnya api yang ada di dunia ini hendaknya selalu mengingatkan kita akan pedihnya panas api Neraka di akhirat kelak.

Sebagaimana firman Allah ‘azza wajalla,

نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ

“Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.”(QS. Al-Wāqi’ah: 73)

Ada ulama yang menafsirkan kata lil muqwin dengan tafsiran ‘untuk para musafir’. ▪️ ▪️ Ada pula yang menafsirkannya dengan untuk orang yang menikmati makanan baik musafir atau pun pemukim.
✔️Sebab, makanan itu hanya bisa siap saji apabila dimasak dengan api. Wallahu a’lam.

📝 Disarikan dari kitab Mukhtashar Ahadits As-shiyam Syekh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button