Belajar Fiqh

Bertobatlah Kepada Allah

عن الأغر بن يسار المزني قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا أيها الناس توبوا إلى الله, فإني أتوب, في اليوم إليه مائة, مرة

Dari al-Aghar bin Yasar al-Muzanni, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“ Wahai sekalian manusia, bertobatlah kepada Allah, karena sebenarnya aku juga bertobat kepada-Nya sehari seratus kali .” (HR. Muslim )

🔰Kalimat perintah yang dipakai dalam teks hadits di atas adalah kalimat perintah yang mengandung hukum wajib.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“ Dan bertobatlah kepada Allah kalian semua, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung .” (QS. An-Nūr: 31)

Dalam ayat lain;

وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ

“  Hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya .” (QS. Hūd: 3)

🔰Tobat, seperti halnya tobat yang dilakukan karena telah melakukan kemaksiatan, juga dilakukan karena telah meninggalkan yang diperintahkan.

🔰Bertobat kepada Allah ‘azza wajalla wajib untuk disegerakan. Tidak boleh boleh ditunda. Karena manusia tak tahu kapan maut menghampirinya.

🔰Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang hamba agar tobatnya benar-benar tobat nasuha. Antara lain:

1️⃣Ikhlas

✔️Agar tobatnya diterima, harus dilakukan dengan niat yang tulus ikhlas karena Allah ‘azza wajalla .
✔️ Dilandasi ketaatan kepada Allah ‘ azza wajalla , cinta kepada Allah ‘azza wajalla ,- penuh harap akan pahala dan ampunan-Nya, serta takut terhadap-Nya.

2️⃣Tinggalkan kemaksiatan

✔️Tobat nasuha dilakukan dengan meninggalkan seluruh bentuk kemaksiatan dan memiliki komitmen yang kuat untuk hal itu.

✔️jangan pernah dekati lagi kemaksiatan itu di kemudian hari.

✔️Jika ia telah meninggalkan perintah Allah ‘azza wajalla dan menuntut qadha’, maka ia harus bersegera untuk melaksanakan qadha ‘tersebut, seperti zakat, Haji, puasa Ramadhan, dan semisalnya.

✔️Jika kemaksiatannya berkaitan dengan hak manusia, seperti yang belum dibayar, maka harusnya segera dikembalikan kepada pemiliknya jika masih hidup. Jika telah meninggal, dikembalikan kepada ahli warisnya. Jika tak diketahui keberadaannya, uang tersebut disedekahkan dengan niat untuk pemiliknya.

✔️Jika kemaksiatan itu berbentuk ghibah, maka ia harus meminta maaf dari orang yang telah ia ghibahi. Jika ia takut, ia memohonkan ampun orang yang telah ia ghibahi, atau ia ganti ghibahnya dengan pujian kepadanya di majelis di mana ia menghibahinya

3️⃣Menyesal

✔️menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukannya. Disertai dengan kesungguhan untuk tidak mengulangiinya lagi di kemudian hari.

4️⃣Komitmen

✔️komitmen yang kuat (‘ azzam) untuk tidak bertindak dosa setelah ia bertobat Selamanya.
✔️Komitmen inilah yang akan mengindikasikan indikasi apakah ia benar-benar serius dalam bertobat ataukah tidak.

5️⃣Bersegera
Karena, jika kesempatan untuk tobat bagi dirinya telah habis, maka tak akan pernah ada kata tobatnya diterima oleh Allah ‘azza wajalla .

عن أبي هريرة, قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من تاب قبل أن تطلع الشمس من مغربها, تاب الله عليه

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , ia berkata, Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda,

“ Barang siapa bertobat kepada Allah sebelum matahari terbit dari arah Barat, maka Allah akan menerima tobatnya .” (HR. Muslim No. 2703)

Dalam hadits lain;
Dari Ibnu Umar, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda,

“ Sungguh Allah akan menerima tobat seorang hamba (jika dilakukan) sebelum sekarat .” (HR. At-Tirmizi No. 3537; HR. Ibnu Majah No. 4253; HR. Ahmad, 10/300. Hadits ini sanadnya hasan), wallahu a’lam

📝 Disarikan dari kitab Mukhtashar Ahadits As-shiyam Syekh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button