Belajar Fiqh

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan sepenuh iman dan pengharapan, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” (HR. Bukhari & Muslim )

🔰Hadits di atas mengisyaratkan keutamaan Lailatul Qadar dan keutamaan menghidupkan malam Lailatul Qadar.

🔰Mengenal Malam Lailatul Qadar

▪️ adalah malam penuh kemuliaan yang sangat diistimewakan Allah ‘azza wajalla.

▪️ Malam yang lebih baik dari seribu bulan.

▪️ Ibadah yang dilakukan di malam Lailatul Qadar dijanjikan Allah ‘azza wajalla sebagai ibadah yang nilainya lebih baik dari ibadah selama seribu bulan. Seribu bulan yang setara dengan 83 tahun 4 bulan.

▪️ adalah ketetapan Allah ‘azza wajalla yang menurunkan al-Quran pada malam tersebut.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam Lailatul Qadar.” (QS. Al-Qadr: 1)

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ

“Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?” (QS. Al-Qadr: 2)

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Rabbnya untuk mengatur semua urusan.” (QS. Al-Qadr: 4)

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 5)

imam Ibnu Katsir mengatakan,

“Banyaknya malaikat yang turun pada malam Lailatul Qadar disebabkan karena
✔️banyaknya barakah pada malam tersebut.
✔️Dan malaikat turun bersama dengan barakah dan rahmat.
✔️Sebagaimana turunnya mereka ketika al-Quran dibaca.

✔️Sebagaimana turunnya mereka menyelimuti kerumunan orang yang melantunkan zikir.
✔️Sebagaimana pula ketika mereka turun menghamparkan sayap-sayap mereka di hadapan para penuntut ilmu yang bersungguh-sungguh, sebagai bentuk hormat dan memuliakan mereka. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/465)

▪️adalah malam ketika Allah ‘azza wajalla menetapkan takdir yang berjalan pada tahun tersebut. Sebagaimana firman Allah ‘azza wajalla,

فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ

“Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-Dukhān: 4)

Qatadah menafsirkan ayat tersebut dengan,

يُفْرَقُ فِيْهَا أَمْرُ السَّنَةِ

✔️”Dijelaskan di dalamnya segala urusan dalam satu tahun.” (Tafsir ath-Thabari, 25/65; Fadhail al-Auqath, 216. Riwayat ini sanadnya shahih)

Menurut Ibnul Qayyim, penafsiran Qatadah inilah penafsiran yang tepat. (Syifaul ‘Alil, Ibnul Qayyim, 42)

▪️ Malam Lailatul Qadar inilah malam yang dipilih Allah ‘azza wajalla untuk mengawali turunnya al-Quran.

▪️ Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

وَالْمُسْتَحَبُّ الْإِكْثَارُ مِنَ الدُّعَاءِ فِي جَمِيعِ الْأَوْقَاتِ وَفِي شَهْرِ رَمَضَانَ أَكْثَرُ، وَفِي الْعَشْرِ الْأَخِيرِ مِنْهُ ثُمَّ فِي أَوْتَارِهِ أَكْثَرُ

“Dianjurkan untuk memperbanyak doa di seluruh waktu di bulan Ramadhan, dan lebih memperbanyak lagi di sepuluh hari terakhir Ramadhan, kemudian di malam ganjil dari sepuluh hari terakhir Ramadhan.”

وَالْمُسْتَحَبُّ أَنَّ يُكْثِرَ مِنْ هَذَا الدُّعَاءِ: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي.

“Dan dianjurkan pula untuk memperbanyak doa ini, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anii (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku)’.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/472)

📝Disarikan dari Kitab Mukhtashar Ahadits As-shiyam Syekh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button