Belajar Fiqh

Hikmah Puasa Ramadhan

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ، شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Islam dibangun di atas lima perkara; syahadat ‘laa ilaaha illallah wa anna muhammadan abduhu wa rasuluhu’, mendirikan shalat, menunaikan zakat, Haji ke rumah Allah, dan puasa Ramadhan.” (Muttafaq ‘Alaih)

Hadits ini adalah dalil atas wajibnya puasa Ramadhan. di balik hukum wajibnya puasa Ramadhan, terkandung banyak hikmah yang sangat agung.

Diantara Hikmah Puasa Ramadhan adalah

1️⃣ Bentuk peribadatan kepada Allah ‘azza wajalla

Yaitu Para hamba mendekatkan diri kepada-Nya dengan meninggalkan berbagai hal yang ia sukai pada hari-hari biasanya. sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya. Juga kepatuhan terhadap perintah-Nya

Dari sini nampak :
✔️Keimanan dirinya*.
✔️Kesempurnaan penghambaan kepada-Nya.
✔️Kekuatan cinta untuk-Nya
✔️Tingkat pengharapan terhadap apa yang ada di sisi-Nya

▪️ Ia sadar bahwa ridha Allah ‘azza wajalla terletak pada langkah dia dalam meninggalkan syahwat dan memprioritaskan ridha Rabbnya daripada menuruti hawa nafsunya.

2️⃣ Sebab tumbuhnya ketakwaan, juga berfungsi sebagai tazkiyyatun nafsi (pembersihan jiwa)

Sebagaimana firman Allah ‘azza wajalla,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

3️⃣ Cara untuk mengekang jiwa dari berbagai bentuk syahwat, Kemudian membanjirinya dengan sifat kepatuhan.

4️⃣Upaya untuk menjernihkan hati, dengan tafakur dan zikir*

5️⃣ Menyadarkan diri betapa besar nikmat Allah ‘azza wajalla yang dianugerahkan kepada dirinya dibanding para fakir miskin yang lebih menderita.

اَلنِّعَمُ لَا يُعْرَفُ قَدْرُهَا إِلَّا بِفَقْدِهَا

“Kenikmatan itu tak akan dapat diketahui ukurannya kecuali dengan kehilangannya.”

7️⃣ Memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan tubuh dengan jalan mempersedikit makan

📚 Maraji’ Mukhtshar Ahadits As-shiyam Syekh Abdullah Al- Fauzan
📝Disarikan oleh Nuruddin Abu Faynan

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button