Belajar Mensucikan Jiwa

Resume Kajian: Bagaimana Berkhidmat untuk Islam?

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

 

 Resume Kajian

 

🔊 :  Ustadz Nuruddin M Fattah Al-Makky حفظه الله    

📍   : Masjid LEC – Terminal Guntur Garut

📆 :  Ahad, 25 Muharram 1442 H/ 13 September 2020 M

📕 :  Bagaimana Berkhidmat untuk Islam

 

 

🔰 Muqadimmah

 

Berkhidmat untuk Islam itu berjuang untuk menegakkan agama Islam. Dan ini merupakan ibadah yang agung, apabila Allah ridho kepada kita.

Kita harus memiliki mimpi agar dapat berkhidmat untuk agama Islam. Tapi, syurga Allah itu mahal, dan untuk mencapainya tidak hanya bermimpi atau berangan-angan, tapi harus ada perjuangan.

 

——————————————

 

  Berkhidmat itu barang berharga dari seorang mukmin. Berkhidmat untuk Islam itu kita berdakwah kepada Allah. Dan berkhidmat untuk Islam ini membuat kedudukan kita tinggi di mata Allah.

 

Imam Ibnu Qayyim mengatakan “Dakwah kepada Allah merupakan profesi para utusan Allah dan para pengikut utusan Nya.”

 

🍁 Allah Maha Melihat, maka Allah pasti melihat keinginan terbesar kita.

Coba renungkan, apa keinginan terbesar dalam diri kita masing-masing, apakah keinginan tersebut salah satunya agar kita bisa berkhidmat untuk Islam?

Jika belum ada keinginan tersebut, maka dari sekarang kita buat keinginan agar dapat berkhidmat untuk Islam.

 

Para utusan Allah profesinya yang pokok adalah adalah menyampaikan risalah (berdakwah), membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya.

 

️ Pahala yang besar akan didapat bagi yang berdakwah kepada Allah, sekecil apapun peran kita, tidak akan Allah sia-siakan.

 

Orang yang berkhidmat untuk Islam akan dipermudah urusannya oleh Allah, dijaga oleh Allah, pun dengan keturunan-keturunannya.

Seyogyanya kita takut ketika meninggalkan keturunan kita dalam keadaan lemah kepada agama Islam, maka apabila kita berkhidmat untuk Islam, Allah-lah yang akan menjaga keturunan kita.

 

️ Berkhidmat untuk Islam itu memperbanyak orang-orang baik.

 

️ Berkhidmat untuk Islam, tidak hanya dengan ceramah, kita bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di zaman ini, misalnya melalui sosial media.

 

Orang yang berjalan di atas pasir, pasti akan terlihat jejaknya. Tanyakan pada diri masing-masing, yang mengakui sudah hijrah/mengikuti kajian bertahun-tahun, apa ada jejaknya?

Mana amalan yang sudah didapatkan dari ilmu itu?

 

🍁 Ingatlah, kita ini jangan hanya disibukkan dengan menumpuk ilmu, tapi juga harus ada pengamalannya, harus ada pengaruhnya dalam diri.

 

Berkhidmat untuk Islam itu perlu pengorbanan dan perjuangan, kita mesti berlelah-lelah untuk membimbing manusia.

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ

 

قُمْ فَأَنْذِرْ

 

Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan!

(QS. Al – Mudatsir : 1 – 2)

 

Ingatlah ketika Nabi Muhammad Shalallahu’alayhi wa salam ketika berdakwah, tidak hanya ke masjid, beliau sampai pergi ke bukit Shofa, juga sampai berhijrah ke Madinah.

 

️ Beberapa hal yang mesti di perhatikan :

 

1️. Berkhidmat untuk Islam itu, apabila kita memiliki niat yang ikhlas/jujur kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. Maka perbaikilah niat kita agar senantiasa ikhlas karena Allah Ta’ala

 

️ Bekali diri kita ketika berkhidmat untuk Islam itu dengan ilmu agama, di samping itu kita mesti berlemah lembut kepada sesama. Berhati-hatilah, jangan sampai kita berbuat kasar, sehingga orang lain membenci kita.

 

2️. Berkhidmat untuk Islam pun bisa dengan cara yang mudah, misalnya dengan share di sosial media.

 

3️. Berkhidmat untuk Islam itu, kita lebih mementingkan Islam daripada diri kita sendiri, karena berkhidmat untuk Islam harus ada pengorbanan.

 

4️. Berkhidmat untuk Islam harusnya memperkuat hubungan kita dengan Allah, mendekatkan diri kita kepada Allah dengan keta’atan.

 

5️. Berkhidmat untuk Islam harus selalu mengkaitkan diri kita dengan para ulama, yang terlebih dahulu berkhidmat untuk Islam. Maka kita harus berada di bawah ilmu mereka.

 

📌 Jika kita diberikan oleh Allah untuk sibuk dalam urusan Agama, maka ini adalah taufik dari Allah Ta’ala.

Hartanya, waktunya, jiwanya hanya untuk menegakkan agama Islam. Ia berlomba-lomba dalam kebaikan dan tidak menunda-nundanya.

 

Berbeda dengan orang yang jauh dari dakwah, maka waktunya tidak akan berguna, dia berpaling dari kebaikan. Maka apabila kita berada di pintu kebaikan, bersegeralah melakukan kebaikan tersebut.

 

Dan perlu kita ingat, di antara baiknya Islam seseorang, yakni bagaimana ia sibuk dalam melakukan kebaikan.

 

️ Kebanyakan manusia di zaman sekarang ini keinginan terbesarnya adalah dunia, padahal dunia adalah washilah agar kita dapat berkhidmat untuk Islam.

Maka beruntunglah bagi orang-orang yang diberi taufik oleh Allah, mereka dapat menjadikan dunia sebagai perantara agar dapat berkhidmat untuk Islam.

 

Harus diketahui, bahwa urusan dakwah di zaman sekarang hukumnya wajib, fardhu’ain bagi setiap orang.

 

Berdasarkan ayat-ayat dalam Al-Qur’an, dakwah itu memang harus ada pengorbanan dan perjuangan, bahkan mungkin sampai menghabiskan seluruh harta yang dimiliki.

 

Beberapa contoh perjuangan para Sahabat ketika berdakwah, diantaranya;

 

  1. Nabi Yusuf ‘Alayhissalam, beliau berdakwah didalam penjara.
  2. Nabi Nuh ‘Alayhissalam, berdakwah selama 950 tahun, tapi yang mengikuti dakwahnya hanya sedikit saja, karena sebagian kaumnya tidak mau menerima dakwah beliau.
  3. Rasulullah Shalallahu’alayhi wa Salam, beliau sampai di detik-detik terakhir wafatnya, masih memikirkan bagaimana risalahnya agar sampai kepada umatnya.
  4. Umar bin Khattab radhiyallahu’anh, ketika dirinya ditusuk dengan darah yang bercucuran, dan ketika ditengok oleh para pemuda kemudian beliau melihat ada seorang pemuda yang pakaiannya di bawah mata kaki, beliau memanggil pemuda tersebut, dan mendakwahinya.
  5. Abu Bakar dan Thalhah, mereka memberikan seluruh hartanya sampai habis hartanya tersebut hanya untuk berdakwah kepada Allah.

 

‼ Jangan sampai kita semangat berdakwah hanya di awal-awal saja.

 

‼ Jangan sampai ketika kita sudah masuk kedalam kubur, barulah kita menyesal, karena selama di dunia umur kita digunakan dengan hal yang sia-sia.

 

Lalu, bagaimana agar dakwah kita sampai kepada orang-orang?

Yakni hanya dengan dua cara, diantaranya;

 

1️. Tauladan/khudwah/muamalah yang baik, baik itu kepada diri sendiri atau kepada siapapun.

Tirulah Nabi kita Muhammad Shalallahu’alayhi wa salam, karena beliau lah sebaik-baik teladan di dunia ini.

Mari kita praktekan ilmu yang kita dapat dengan perbuatan/akhlak baik kita.

Ingatlah, iman yang baik tampak dari baiknya akhlak.

 

2️. Menyampaikannya.

Dan dengan menyampaikan ini banyak sekali caranya, bisa dengan lisan atau melalui gadget kita masing-masing, atau dengan yang lainnya.

 

———————

 

Semoga Allah senantiasa memberikan kita semangat untuk terus belajar dan bisa mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan, Aamiin.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button