Lain-lain

Resume Seminar Keorganisasian

Ustadz Abu Qatadah حفظه الله

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

 

  Resume Seminar

 

🔊 :  Ustadz Abu Qatadah حفظه الله    

📍   :  Puncak Darajat Pass

📆 :  Kamis, 8 Muharram 1442 H/Agustus 2020 M

📜 : Seminar Keorganisasian

 

 

Falsafah (Teori Kehidupan)

 

1️. Pekerjaan besar tidak mungkin bisa dipikul, kecuali oleh orang yang besar (berpotensi dan profesional) dan pekerjaan besar tidak mungkin dilakukan oleh sendiri

 

Dalam dunia dakwah dan mengajar atau mendidikpun, maka kita butuh falsafah ini, karena dakwah dan mengajar merupakan pekerjaan yang besar.

 

📌 Pekerjaan pertama yang paling besar adalah mendidik atau dakwah

 

Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :

 

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُ‍‍مَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِ‍‍ئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُ‍‍‍‍نْتُ‍‍مْ صَادِقِينَ

 

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat.” (QS. Al-Baqarah : 31)

 

Jadi Allah mengajari Adam, lalu Adam mengajari malaikat, jadi mengajar merupakan perkerjaan yang besar.

 

📌 Pekerjaan besar dilakukan oleh orang besar

 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

 

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

 

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (QS. Al-Qhasas : 26)

 

Ayat ini menceritakan salah satu dari dua wanita yang dibantu oleh Nabi Musa ‘alaihis salam sedang membujuk ayahnya untuk mempekerjakan Nabi Musa ‘alaihis salam sebagai pengembala ternak milik keluarga mereka.

 

Dari kisah ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa pengembala ternak saja ada syaratnya seperti kuat dan percaya. Begitu pula dalam profesi lainnya butuh syarat khusus tidak sembarangan, terutama seorang pendakwah (orang besar yang mengerjakan pekerjaan besar) maka syaratnya harus kompeten, punya skill, dll.

 

2️. Bahasa

 

📌 Waktu berlalu dan kehidupan pun berubah, maka kita pun mesti berubah.

 

Maka disini maksudnya kitapun dituntut, dituntut untuk berubah, dituntut untuk multitasking, dan dituntut untuk hal lainnya, karena kita harus siap menghadapi tantangan kehidupan dan zaman yang semakin modern.

 

Sebab kesuksesan seseorang dalam mengurus yayasan, perusahaan, dan lain-lain adalah hal ini, yaitu harus mau mengikuti perkembangan zaman. Tidak akan mungkin berhasil bila tidak memiliki falsafah ini.

 

Contoh kecilnya, seorang ustadz harus bisa menggunakan internet, kitab yang belasan jilid bisa di-download lalu dipelajari, pengeluaran pun semakin ekonomis, hanya perlu membeli kuota, sedangkan bila membeli kitab belasan jilid harus mengeluarkan uang berjuta-juta.

 

Seseorang yang sukses itu punya prinsip ini…

Jangan anda ceritakan tentang kesuksesan di masa lalu, tapi rencanakan kesuksesan anda di masa yang akan datang.

Tatap masa depan!

 

3️. Keterbukaan

 

Keterbukaan ini adalah salah satu pintu orang berhasil.

 

Kita yang mengaku bermanhaj salaf, maka tidak menutup untuk saling terbuka.

 

Misalnya ketika membangun sekolah sunnah maka ingin punya sekolah yang bagus arsitekturnya, seperti yang kita tahu bangunan sekolah yang bagus dimiliki oleh non islam maka tidak mengapa kita berdiskusi dengan mereka tentang bangunan sekolah.

 

_________

MATERI KEORGANISASIAN

 

Membentuk yayasan itu bagaikan berada di sebuah pesawat, yakni pesawatnya sebagai wadah, pilot sebagai pemimpin, dan kru lainnya sebagai tim.

 

📌 Sebuah komunitas akan bertahan, bila memliki 3 hal ini

1. Loyalitas

2. Kebersamaan

3. Spirit

 

1️. Loyalitas

 

Loyalitas erat dengan kesetiaan, kesadaran pribadi demi kemajuan bersama, berjalan sesuai peraturan.

 

Loyalitas berisi komitmen, rasa memiliki/mencintai, punya tujuan, nyaman, aman, taat, rela berkorban, dll.

 

2️. Kebersamaan

Semangat kesatuan dan berfikir.

 

Dasar semangatnya yakni kebersamaan dengan aqidah yang sama.

 

📌 Kebersamaan, tidak egois

Yayasan itu harus memiliki misi, visi, dan AD/ART (Anggaran Dasar – Anggaran Rumah Tangga) yang jelas dan terukur, jangan cuman ditulis tanpa adanya aplikasi. Jangan hanya dijadikan formalitas. Jangan tukcing (dibentuk tapi cicing).

 

Buatlah kesepakatan diantara para petinggi yayasan, lalu kerjakanlah bersama-sama.

 

Misi, visi, dan AD/ART yayasan harus dipahami oleh semua jabatan atau anggota. Ketika ada hal yang berbeda atau di luar dari visi dan misi ataupun AD/ART, meski hal tersebut benar maka tidak boleh dilakukan karena berbeda.

 

Setelah memiliki visi dan misi, serta AD/ART yang jelas maka dilanjutkan bekerjasama dengan semua anggota yayasan. Disinilah kebersamaan, tidak saling egois.

 

Kita analogikan dengan kebiasaan hewan semut misalnya, semut setiap bertemu dengan semut lainnya pasti saling salaman atau menyapa, ini pun ada yang memberikan komando. Jadi memang penting pemimpin itu.

 

Kita ingat kembali falsafah sebelumnya… Pekerjaan besar tidak mungkin bisa dipikul, kecuali oleh orang yang besar (berpotensi dan profesional) dan pekerjaan besar tidak mungkin dilakukan oleh sendiri.

 

3️. Spirit

Dorongan untuk melakukan suatu hal atau bekerja secara optimal.

 

📌 Beberapa tipe Yayasan yang mendirikan sekolah

Sekolah di bawah Yayasan

Ketika sekolah kemajuannya pesat (banyak pelajarnya, semakin luas, dll) maka pihak yayasan merasa bahwa sekolah tersebut adalah aset, tapi ketika sekolah mundur atau tidak ada kemajuan maka tidak memikirkan apa pun, yang penting yayasan sudah membuat sebuah sekolah.

 

Spirit ini dapat diartikan dengan:

1. Excelence service/bekerja optimal

2. Performa & Performance

3. Integritas Ingenery

4. Respect/peka

5. Intelektual

6. Trust/Membangun kepercayaan

 

1️. Excelence service/bekerja optimal

Yayasan akan memiliki daya jual dimana semua komponen memberikan pelayanan terbaik kepada ummat. Sell and service-nya (Penjualan & pelayanannya) harus bagus!

 

Misal dari segi nama, nama yayasan harus menarik, yang mudah familiar (dikenal),

Cita-cita lebih hebat daripada perbuatan.

Contohnya, akan beda spiritnya orang yang ngaji tapi asal ngaji, dengan orang yang ngaji karena ingin menjadi ulama, misalnya Muhammad Al-Fatih yang kita ketahui sebaik-sebaik pemimpin tentara, spiritnya berbeda dengan tentara biasa.

 

2️. Performa harus baik

Diperlukan orang-orang pilihan dalam semua komponen yayasan, yaitu yang tangguh, fisiknya kuat, cara berpikir baik, pakain rapi, untuk laki-laki kumis rapi, dll. Perlu sekali menjaga makanan, olahraga, dan pola hidup sehat lainnya, agar tidak mudah sakit.

 

3️. Integritas

Cara berpikir yang jujur, semangat, punya dedikasi yang tinggi, dan punya kode etik.

 

Misal, ada bidan yang berkata tidak menerima panggilan di malam hari, ini bertentangan dengan kode etik kebidanan, maka bidan tersebut tidak memiliki integritas. Begitu pula dengan da’i, ketika dai share kemesraan dengan istrinya di media sosial maka itu bukanlah da’i karena integritas seorang da’i tidak demikian.

 

4️. Respect/peka

Ketika ada temannya yang sakit, maka dia tengok. Ketika ada sampah kertas meski kecil misal di masjid, dia bersihkan. Kalau tidak dipungut, berarti tidak peka.

 

5️. Intelektual

Senantiasa mencari ilmu. Belajarlah ke berbagai tempat dari berbagai sisi yang tidak diajarkan di sekolah yang kita dirikan.

 

6️. Trust (membangun kepercayaan)

Bisa dari cara berbicara kepada orang lain, adanya berbagai program yang diadakan, dll.

_________

 

Semoga kajian sunnah di Garut semakin baik dan berkembang, semoga semua tingkatan sekolah sunnah bisa kita dirikan di Garut, semoga yayasan kajian sunnah di Garut semakin baik dalam segala hal, dan semoga kita Allah beri taufiq untuk bisa mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan ini aamiin

 

 

🌸 Muslimah Ibnul Qayyim 🌸

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button