Belajar Mensucikan Jiwa

Resume Kajian: Tanda-Tanda Lemahnya Iman

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

 

 Resume Kajian

 

🔊 :  Ustadz Nuruddin M Fattah Al-Makky حفظه الله    

📍   : Masjid Ash-Shalihin Lec – Garut

📆 :  Ahad, 11 Muharram 1442 H/ 30 Agustus 2020 M

📕Tanda-Tanda Lemahnya Iman

 

 

🔰 Muqadimmah

 

Mudah bermaksiat merupakan tanda lemahnya iman. Ini berbahaya, karena kita tidak akan bisa merasakan manisnya/lezatnya iman.

Hati dinamakan hati itu karena mudah berbolak-balik.

Hati inilah yang menentukan selamat atau tidaknya kelak kita di akhirat.

 

Allah Subhanahu wata’ala berfirman

 

 أَفَمَ‍‍نْ شَ‍‍رَحَ اللَّهُ صَ‍‍دْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّ‍‍‍‍نْ رَّبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِّ‍‍لْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُ‍‍مْ مِّ‍‍‍‍نْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُّ‍‍بِينٍ

 

Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

(QS. Az-Zumar : 22)

 

Hati kita jika lembut maka akan mudah berbuat kebaikan, inilah hati yang selalu takut kepada Allah.

 

——————–

 

🔰 Diantara tanda lemahnya iman:

 

1️. Terjatuh pada kemaksiatan yang terus-menerus sehingga di hatinya pandangan maksiat itu biasa-biasa saja, yang lebih berbahaya setelahnya yakni terang-terangan dalam berbuat keburukan/kemaksiatan padahal sebelumnya telah Allah tutupi kemaksiatan tersebut, dan perbuatan tersebut tidak akan dimaafkan oleh Allah.

 

2️. Merasa keras pada hatinya, nasehat apapun tidak akan masuk ke dalam hatinya

 

3️. Tidak fokus dalam beribadah.

Misalnya dalam sholatnya, dalam do’anya ia tidak serius. Maka Allah tidak akan menerima ibadah orang yang lalai.

 

4️. Bermalas-malasan dalam keta’atan, beribadah hanya gerakan saja, waktu-waktu yang utama untuk ibadah pun ia tinggalkan. Seperti pada bulan Muharram sekarang ini, ia meninggalkan amalan shaum tasu’a dan asyuro. Termasuk meninggalkan amalan-amalan sunnah yang lainnya.

 

Allah Subhanahu wata’ala berfirman

 

 إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ ال‍‍نَّ‍‍اسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

 

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

(QS. An – Nisa : 142)

 

5️. Tidak lapang dada, perubahan tabi’at nya nampak. Misalnya jadi mudah marah, kurang rasa maaf dalam dirinya.

Nabi صلى الله عليه وسلم mengatakan

“Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan dada.”

Nabi صلى الله عليه وسلم pun mensifati orang yang beriman ini adalah orang yang mencintai dan dicintai.

 

6️. Tidak berpengaruh apa yang ada pada ayat-ayat Al – Qur’an.

 

7️. Lalai dari mengingat Allah

Mereka ini tidak mengingat Allah melainkan hanya sedikit.

 

8️. Tidak marah apabila dilanggar batas-batas Allah. Tidak ada kecemburuan dalam dirinya apabila ada saudaranya atau temannya melakukan kemaksiatan di depannya. Ia tidak mengingatkan pada kebaikan dan tidak mencegah pada keburukan. Maka akan menghampiri padanya syahwat dan syubhat, sehingga timbul dihatinya titik-titik hitam, maka hilanglah dalam hatinya cinta pada kebaikan dan akan hilang pula benci dalam kemaksiatan.

 

9️. Senang ketenaran dan rakus dalam kepemimpinan.

Inginnya dihormati, inginnya selalu menjadi nomor satu dalam semua kegiatan, inginnya selalu dihargai oleh setiap orang.  

Ada sebuah kisah, diceritakan Mu’awiyyah kepada Ibnu Zubair dan Ibnu Amr. Mu’awiyyah adalah seorang pemimpin, pada saat menyambutnya Ibnu Amr berdiri, maka Mu’awiyyah berkata “Duduklah kamu wahai Ibnu Amr, maka aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda “Barangsiapa yang menginginkan seseorang menyambutnya dengan berdiri, maka tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhori)

 

10. Kikir dan bakhil.

Allah telah menguji kaum Anshor yang diceritakan dalam Al-Qur’an Surat Al-Hasyr : 18.

Tidak akan terkumpul dalam hati seseorang itu 2 hal; iman dan kikir.

 

1️1. Bergembira melihat saudaranya ketika kesusahan.

 

1️2️. Meremehkan kebaikan yang kecil dan tidak ada perhatian dalam kebaikan.

Misalnya ketika bertemu dengan saudaranya cuek, tidak menyapa, padahal menyapa saudaranya itu sebuah kebaikan meskipun terlihat sepele.

 

1️3️. Tidak perhatian dengan permasalahan kaum Muslimin

 

1️4️. Tidak memiliki tanggung jawab dalam berAgama.

 

 

🔰 Sebab Lemahnya Iman

 

️ Jauh dari lingkungan keimanan dalam jangka waktu yang lama. (QS. Al – Hadid)

️ Jauh dari menuntut ilmu dan berhubungan jauh pula dengan kitab-kitab yang bisa menghidupkan hati

️ Berada di lingkungan yang banyak kemaksiatan.

 

Para ulama menyebutkan beberapa perkara penyebab lemahnya Iman, diantaranya;

Mata yang kering, tidak menangis dalam keta’atan kepada Allah.

Hati yang kasar

Panjang angan-angan

Ambisi dunia

 

Perlu diingat bahwa iman itu bisa bertambah dengan keimanan dan berkurang dengan kemaksiatan.

 

 

🔰 Obat Lemahnya Iman

 

1️. Tadabur Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman

 

 وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّ‍‍لْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

 

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

(QS. Al – Isra’ : 82)

 

2️. Mengenal Allah, nama-namaNya dan sifat-sifatNya, maka akan tumbuh dalam hatinya keta’atan dan hilang kesombongan.

 

3️. Rajin untuk duduk di majelis ilmu, karena banyak keutamaan di dalamnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

 

“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” 

(HR. Muslim)

 

4️. Memperbanyak amal soleh

 

5️. Bervariasi dalam beribadah.
Maksudnya, beribadahnya tidak itu-itu saja tapi bergiliran. Kadang dengan waktunya, kemudian bisa dengan tenaganya, atau dengan hartanya, atau dengan semuanya. Hal ini agar tidak menjadikan jiwa bosan dalam beribadah.

 

6️. Takut mati dalam keadaan Su’ul Khotimah, dengan ini maka akan mendorong kita untuk ta’at kepada-Nya.

Diantara penyebab Su’ul Khotimah yakni lemah iman dan bergelimang dalam maksiat.

Tapi kata para Ulama, jika dzahir dan bathinnya baik, maka ia akan dilindungi oleh Allah mati dalam keadaan Su’ul Khotimah tersebut.

 

7️. Mengingat Allah

 

8️. Loyal pada orang yang sama-sama beriman, dan benci pada orang kafir

 

9️. Tawadhu, misalnya dalam cara berpakaian, dalam kata-kata, perbuatan dan yang lainnya.

 

——–

Semoga Allah senantiasa memberikan kita semangat untuk terus belajar dan bisa mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan aamiin

 

 

🌸 Muslimah Ibnul Qayyim 🌸

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button