Belajar Aqidah

Resume Kajian: Kajian Aqidah Untuk Pemula (Bagian 12)

Kitab Ushul Ats-Tsalatsah karya Syaikh Muhammad At-Tamimi رحمه الله

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

 

  Resume Kajian

 

🔊 :  Ustadz Nuruddin M Fattah Al-Makky حفظه الله    

📍   :  Kajian Online

📆 :  Kamis, 14 Ramadhan 1441 H/7 Mei 2020 M

📕  : Kitab Ushul Ats-Tsalatsah karya Syaikh Muhammad At-Tamimi رحمه الله

📜 : Kajian Aqidah Untuk Pemula

📝 : Bagian ke-12

 

📌 Setiap para utusan Allah mendakwahkan kepada Tauhid dan menjauhi Thaghut

 

Syaikh رحمه الله berkata :

“Allah mengutus kepada setiap umat seorang Rasul, dari Rasul yang pertama (Nuh) sampai Rasul yang terakhir (Muhammad صلى الله عليه وسلم), para rasul memerintahkan mereka (umatnya) untuk beribadah kepada Allah saja dan mencegah mereka dari beribadah kepada thaghut. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

 

وَلَقَ‍‍دْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّ‍‍ةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْ‍‍تَنِبُوا الطَّاغُوتَ

 

“Dan sungguh kami telah utus setiap umat seorang Rasul agar mereka beribadah kepada Allah dan menjauhi thaghut.” (QS. An-Nahl : 36) .”

 

📌 Agama semua para utusan Allah adalah satu, yaitu Islam

 

Setiap Rasul yang Allah utus kepada kaumnya mendakwahkan hal yang sama, yaitu hanya beribadah kepada Allah saja dan mencegah kaumnya (umatnya) dari menyembah thaghut.

 

Berdasarkan ayat ini (QS. An-Nahl : 36) menunjukkan bahwasanya :

🍀 Semua dakwah para utusan Allah itu satu.

🍀 Agama semua para utusan Allah adalah satu, yaitu Islam.

🍀 Namun syariat atau tata cara beribadah berbeda-beda. Ada ibadah yang termasuk syariat yang lalu dan ada syariat yang sekarang. Ada pula satu kesamaan seperti shalat, zakat, shaum, bahkan haji. Semuanya ini dijelaskan dalam beberapa nash.

 

📌 Para utusan Allah (Rasulullah) merupakan rahmat dari Allah

 

Kalaulah tidak ada para utusan Allah, tentu manusia tenggelam dalam kegelapan, tentu mereka tidak akan mendapatkan hidayah ke jalan yang lurus.

 

Allah mengutus satu utusan kemudian setelah itu mengutus utusan yang lain.

 

📌 Allah mengutus Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم untuk seluruh umat manusia.

 

Dalilnya:

🍀 “Tidaklah kami utus kamu kecuali untuk seluruh manusia.” (QS. Saba’ : 28)

🍀 “Katakanlah olehmu (Muhammad), Wahai manusia! Sungguh aku adalah utusan Allah kepada kalian semuanya.” (QS. Al-A’raf : 158)

 

 📌 Kalau ada kaum yang mengimani Rasul yang pertama, kemudian ketika datang Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, tetapi dia tidak mengimaninya berarti dia kufur.

 

Sebagaimana dalam sebuah hadits dijelaskan: “Demi Dzat diriku yang berada ditangan-Nya. Tidaklah salah seorang dari umatku orang Yahudi dan tidak pula orang Nasrani, kemudian mati dan tidak beriman dengan yang dibawa olehku (yang dibawa oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم) kecuali termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim)

 

Syaikh رحمه الله melanjutkan: “Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan kepada semua hamba untuk kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah.”

 

Kewajiban pertama bagi seorang hamba :

🍀 Kufur kepada thaghut.

🍀 Berlepas diri dari segala apa yang disembah selain Allah.

🍀 Iman kepada Allah yaitu beriman kepada kerububiyahan Allah dan keuluhiyahan Allah.

 

Siapakah thaghut itu?

Syaikh رحمه الله menukil penjelasan Ibnu Qayyim tentang arti thaghut, ‘

 

Ibnu Qayyim رحمه الله berkata, “Thaghut adalah seorang hamba yang melewati batasnya dari yang diibadahi atau yang diikuti atau yang ditaati. Barangsiapa yang beribadah kepada selain Allah, maka sungguh dia itu telah melewati batasnya.”

 

Makhluk itu adalah ‘abdun (hamba), tidak boleh diangkat hamba kepada kedudukan Tuhan, berarti yang mengangkat seorang hamba bukan kepada kedudukannya tapi malah mengangkatnya diatas kedudukannya menjadi Tuhan, itu berarti telah melewati batas.

 

 “Thaghut adalah yang diikuti“.

Seorang imam yang memiliki pengikut, maka barangsiapa yang menjadikan imam dan melewati batasnya dan menjadikan imam itu seperti kedudukan Rasul bahwasannya imam itu adalah ma’shum (bebas dari dosa), apabila yang diikuti ridha dengan apa yang dilakukan oleh mereka (pengikut), maka dia itu adalah thaghut.

 

Demikian pula penguasa yang menguasai manusia apabila berlebih-lebihan padanya, sampai menjadikan ketaatannya seperti ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul, maka sungguh dia telah menjadikan manusia yang ditaati itu melewati batasnya.

 

📌  Macam-Macam Thaghut

Syaikh رحمه الله berkata : “Thagut itu banyak, dan pemimpin thaghut itu ada 5.”

 

  1. Iblis yang terkutuk (pimpinannya thaghut).
  2. Orang yang diibadahi dan dia ridha.
  3. Orang yang mengajak manusia untuk beribadah kepada dirinya, dan barangsiapa yang telah mentaatinya berarti dia thaghut.
  4. Orang yang mengklaim dirinya mengetahui sesuatu dari ilmu ghaib.
  5. Barangsiapa yang berhukum dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah maka dia itu adalah thagut.

 

📌 Wajib kufur kepada thaghut

 

Syaikh رحمه الله menjelaskan dalil wajibnya kufur kepada thaghut dan iman kepada Allah, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

 

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَ‍‍دْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَ‍‍نْ يَّ‍‍كْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِ‍‍نْ بِ‍‍اللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِ‍‍صَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 256)

 

📌 Arti Laa Ilaaha Illallah,

 

Kemudian Syaikh berkata, “Inilah arti Laa Ilaha Illallah. Arti laa ilaha illallah adalah kufur kepada thaghut dan iman kepada Allah.”

________________

 

📌 PENUTUPAN

 

Kemudian Syaikh menutup matan Ushul ats-Tsalatsah ini dengan membawakan hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

رأسُ الأَمرِ الإِسلامُ، وعَمُودُهُ الصلاةُ، وذُرْوَةٌ سَنَامِهِ الجِهَادُ في سَبِيلِ اللهِ

 

“Pangkal perkara itu adalah Islam, tiangnya adalah shalat, puncaknya perkara itu adalah jihad di jalan Allah.” (HR. Imam Tirmidzi dan yang lainnya, hadis ini adalah hadis yang panjang yang dibawakan oleh Sahabat Muadz Bin Jabal radhiyallahu ‘anhu)

______________

 

Semoga kita bisa mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan dan semoga kita senantiasa Allah beri petunjuk agar selalu semangat menuntut ilmu aamiin

 

 

🌸 Muslimah Ibnul Qayyim 🌸

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button