Belajar Aqidah

Resume Kajian: Kajian Aqidah Untuk Pemula (Bagian 7)

Kitab Ushul Ats-Tsalatsah karya Syaikh Muhammad At-Tamimi رحمه الله

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم


 Resume Kajian

🔊Ustadz Nuruddin M Fattah Al-Makky حفظه الله    

📍  : Kajian Online

📆: Sabtu, 9 Ramadhan 1441 H/ 2 Mei 2020 M

📕 : Kitab Ushul Ats-Tsalatsah karya Syaikh Muhammad At-Tamimi رحمه الله

📜: Kajian Aqidah Untuk Pemula

📝: Bagian 7


📌 Landasan Kedua

Mengenal Agama Islam Berdasarkan Dalil


🔖 Apa arti Islam?

Islam adalah agama Allah, yang mana Allah subhanahu wa ta’ala mengutus utusan-Nya semenjak Nabi Nuh ‘alaihis salam sampai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Syaikh rahimahullah berkata :

اْلاِسْتِسْلاَمُ لِلَّهِ بِالتَّوْحِيْدِ، وَالْاِنْقِيَادُ لَهُ بِالطَّاعَةِ، وَالْبَرَاءَةُ مِنَ الشِّرْكِ وَأَهْلِهِ

“Islam adalah Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk patuh dengan mentaati-Nya, dan berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya.”

Syaikh rahimahullah melanjutkan, “Agama Islam itu ada tiga tingkatan, dan satu tingkatan lebih tinggi dari tingkatan yang lain. Tingkatan itu adalah Islam, Iman dan Ihsan”.


Semua tingkatan tersebut memiliki rukun.

🍁 Rukun Islam ada lima, yaitu:

  1. Syahadat adalah kesaksian bahwa sebenarnya tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah
  2. Mendirikan Shalat
  3. Menunaikan Zakat
  4. Puasa di bulan Ramadhan
  5. Melaksanakan ibadah Haji ke Baitullah.

Ini merupakan pangkal agama yang nampak.

🔰 Dalil tentang Kesaksian Syahadat

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

﴿شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ﴾

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran [3]: 18)

🍁 Makna Kesaksian Syahadat

Syahadat memiliki arti (لَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إِلاَّ اللهُ) tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.

Maka segala sesembahan yang disembah oleh orang-orang musyrik selain Allah adalah bathil.

🍁 Laa Ilaha Illallah tersusun atas 2 rukun, yaitu rukun peniadaan dan rukun penetapan

  • Lafazh (لَا إِلَهَ) menunjukkan peniadaan segala apa yang disembah selain Allah.
  • Lafazh (إِلاَّ اللهُ) menetapkan ibadah hanya untuk Allah saja tidak ada sekutu bagi Allah dalam beribadah. Sebagaimana tidak ada sekutu bagi Allah dalam kepemilikan-Nya. Dialah Allah yang memiliki secara keseluruhan. Dialah Allah yang menciptakan segala sesuatu, maka wajib Allah adalah satu-satunya yang berhak diibadahi.

🍁 Penjelasan Kalimat Laa Ilaha Illallah

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

﴿وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ (٢٦) إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ (٢٧) وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ﴾

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: ‘Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.’ Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.” (QS. Az-Zukhruf [43]: 26-28)

Ayat ini menunjukkan bahwa kalimat tauhid itu terkandung padanya berlepas diri dari orang musyrik dan kesyirikan mereka. Maka disamping kita pasrah kepada Allah dengan tauhid dan taat kepada Allah, harus pula berlepas diri dari orang-orang musyrikin dan kesyirikan mereka.


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Katakanlah: ‘Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah dan kita tidak persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.’ Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: ‘Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)’.” (QS. Ali Imran [3]: 64)


Jadi tauhid adalah mengesakan Allah dengan kerububiyahan dan keuluhiyahan, serta tidak menjadikan manusia sebagian mereka kepada sebagian yang lain sesembahan selain Allah.

🔰 Dalil tentang Kesaksian Muhammad adalah utusan Allah

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang Mukmin.” (QS. At-Taubah [9]:128)

Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seseorang yang kalian ketahui dari sisi nasabnya, dan sirah (sejarah)nya, memiliki sifat ‘aziizun ‘alaihi (berat baginya apa yang dirasakan oleh kalian), sangat bersemangat kepada kalian untuk memberikan hidayah, kepada orang-orang beriman & berbelas kasihan sayang.

🍁 Makna Kesaksian bahwasannya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam utusan Allah

  1. Mentaati Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada apa yang dia perintahkan. Taat kepada Allah dan taat pada Rasul.
  2. Membenarkan apa yang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beritakan karena Nabi adalah orang yang paling jujur di antara semua manusia.
  3. Menjauhi yang dilarang oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  4. Tidak beribadah kepada Allah kecuali sesuai dengan yang diperintahkan Allah.

🍁 Dua syarat agar ibadah diterima Allah

  1. Ikhlas karena Allah
  2. Ittiba’ (mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam).  Inilah yang dimaksud tidak beribadah kepada Allah kecuali yang disyariatkan. Barang siapa yang beribadah dengan selain apa yang dibawa Rasul, maka amalannya adalah batil.


🔰
Dalil tentang Shalat, Zakat, dan Penafsiran Tauhid

Allah ta’ala berfirman,

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah [98]: 5)

Ini adalah tiga rukun Islam, dan pokok yang paling agung adalah ikhlas beribadah hanya kepada Allah, dan mendirikan shalat, dan menunaikan zakat.

🔰 Dalil tentang Puasa

 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴾

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183)

🔰 Dalil tentang Haji

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

﴿وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ﴾

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkarinya, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam.” (QS. Ali Imran [3]: 97.)

_____

Semoga Allah memberikan kita hidayah untuk terus semangat menuntut ilmu dan juga hidayah agar bisa mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan aamiin


🌸 Muslimah Ibnul Qayyim 🌸

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button