Belajar Aqidah

Resume Kajian: Kajian Aqidah Untuk Pemula (Bagian 1)

Kitab Ushul Ats-Tsalatsah karya Syaikh Muhammad At-Tamimi رحمه الله

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

 ✒Resume Kajian

🔊 :  Ustadz Nuruddin M Fattah Al-Makky حفظه الله
📍   :  Kajian Online
📆 :  Jum’at, 1 Ramadhan 1441 H/ 24 April 2020 M
📕 :  Kitab Ushul Ats-Tsalatsah karya Syaikh Muhammad At-Tamimi رحمه الله
📜 : Kajian Aqidah Untuk Pemula
📝 : Bagian 1

Syaikh Bakar Abdullah Abu Zaid rahimahullah di dalam kitabnya Hilyah Thalibul ‘Ilmi berkata, “Bila kita mempelajari Aqidah maka bacalah Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Tiga Landasan Utama) yang ditulis oleh Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullah”.

Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullah menulis di dalam kitabnya Al-Ushul Ats-Tsalatsah:

بسم الله الرحمن الرحيم

:اعلم رحمك الله أنه يجب علينا تعلم أربع مسائل

الأولي: العلم.

..وهو معرفة الله، ومعرفة نبيه، ومعرفة دين الإسلام بالأدلة

الثانية: العمل به.

الثالثة: الدعوة إليه.

الرابعة: الصبر على الأذى فيه.

والدليل قوله تعالى: بسم الله الرّحمن الرّحيم {وَالْعَصْرِ إِنَّ الأِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ}

قال الشافعي رحمه الله تعالى: لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هذه السورة لكفتهم. وقال البخاري رحمه الله تعالى: باب العلم قبل القول والعمل.

والدليل قوله تعالى: {فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ}

فبدأ بالعلم قبل القول والعمل.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Ketahuilah (hendaklah kita bersungguh-sungguh di dalam menuntut ilmu) – semoga Allah merahmatimu (ini doa dari Syaikh kepada kita para penuntut ilmu, hal ini menunjukkan bahwa Syaikh itu sangat lembut mendoakan para penuntut ilmu agar mendapatkan rahmat dari Allah, salah satu rahmat Allah adalah mendapatkan kebahagiaan yaitu kebahagiaan di dunia dan di akhirat) – bahwa wajib bagi kita mempelajari empat masalah:

Pertama: ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama Islam disertai dalil-dalinya.

(- Mempelajari ilmu ada dua hukumnya, yaitu Fardhu ‘ain/wajib bagi setiap invidu untuk mempelajarinya dan fardhu kifayah/tidak semua orang wajib mempelajari, bila ada yang telah mempelajari maka gugur kewajiban bagi sebagian lainnya

– Mengenal Allah : mengenal perbuatan-perbuatan-Nya,  nama-nama Allah & sifat-sifat-Nya

– Mengenal Nabi-Nya : Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

– Mengenal Islam berdasarkan dalil-dalilnya

– Kitab ini dinamai Ushul Ats-Tsalatsah karena menerangkan ketiga hal ini)

Kedua: mengamalkannya.

(Tujuan dari mempelajari ilmu adalah dalam rangka merealisasikan iman dan beramal shaleh, belajar tujuannya bukan hanya sebagai pengetahuan. Bila sudah mengetahui ikmu lalu tidak diamalkan, maka ini sangat menbahayakan)

Ketiga: mendakwahkannya.

(Kita mesti mengetahui tata cara berdakwah, jadi bila telah mendapatkan ilmu dan mengamalkan ilmu maka wajib kita untuk berdakwah, mengajak, melarang, memerintah, memberikan manfaat kepada orang lain, dll. Berdakwah ini merupakan pekerjaan para utusan Allah dan para pengikut utusan Allah)

Keempat: sabar atas gangguan dalam melaksanakannya.

(Tatkala berdakwah maka yang berdakwah biasanya mendapatkan gangguan berupa ejekan dan perbuatan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman untuk menghibur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengalami banyak gangguan ketika berdakwah,

وَلَقَ‍‍دْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّ‍‍‍‍نْ قَ‍‍‍‍بْ‍‍لِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا

“Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka.” {QS. Al-An’am : 34} )

Dalilnya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

﴿بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا
وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(
٣)﴾

 “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

  1. Demi masa.

         Terkandung di dalamnya siang dan malam, berupa umur kita

  1. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian

         Kerugian adalah kebalikan dari keberuntungan

  1. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih serta saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

    Jadi yang akan beruntung atau selamat dari kerugian adalah orang yang merealisasikan keempat hal di atas -ilmu, amal, dakwah, dan sabar-, dan memiliki sifat-sifat berikut :
  • Orang-orang yang beriman, sedangkan iman didapatkan dengan ilmu.
  • Sifat mengerjakan amal shalih ini merupakan buah dari ilmu dan iman, maka orang yang memiliki ilmu dan iman, pasti mengerjakan amal shaleh.
  • Saling menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran, kebenaran ini meliputi ilmu, iman, dan amal.

Jadi surat ini menjelaskan empat hal yang Syaikh Muhammad At-Tamimi jelaskan -ilmu, amal, dakwah, dan sabar-

– Ilmu : dalilnya إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا

– Amal : dalilnya وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ

– Dakwah : dalilnya وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ

– Sabar : dalilnya وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

 (QS. Al-Ashr : 1-3)

Imam Asy-Syafi’i (Muhammad bin Idris) rahimahullah berkata:

 لَوْ مَا أَنْزَلَ اللهُ حُجَّةً عَلَى خَلْقِهِ إِلاَّ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَكَفَتْهُمْ

 Sekiranya Allah tidak menurunkan hujjah bagi makhluk-Nya selain surat ini, niscaya ia telah mencukupi.”

Surat ini ringkas, padat, dan mengandung keutamaan yang sangat besar, surat ini menjelaskan bahwa manusia itu terbagi menjadi dua yaitu orang yang merugi dan orang yang beruntung, dan sebab-sebab beruntung/bahagia yaitu ilmu, amal, dakwah, dan sabar.

Imam Al-Bukhari (Muhammad bin Isma’il) rahimahullah berkata:

بَابُ الْعِلْمِ قَبْلَ الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ

 “Bab: ilmu sebelum berkata dan beramal.”

Dalil hal tersebut adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

 “Ilmuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan mintalah ampun atas dosamu.” (QS. Muhammad [47]: 19) 

Oleh karena itu, ilmu didahulukan sebelum berkata dan beramal.

🌸 Muslimah Ibnul Qayyim 🌸

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button