Belajar Fiqh

Resume Kajian: Wazhaif Ramadhan (Bagian 10)

Kitab Wazhaif Ramadhan karya Syaikh 'Abdurrahman bin Muhammad bin Qashim رحمه الله

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

✒  Resume Kajian

🔊  : Ustadz Nuruddin M Fattah Al-Makky حفظه الله
📍    : Kajian Online
📆  : Kamis, 7 Ramadhan 1441 H/ 30 April 2020 M
📕  : Kitab Wazhaif Ramadhan karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Muhammad bin Qashim رحمه الله
📚  : Wazhaif Ramadhan (Bagian 10)

DUA MACAM JIHAD DIBULAN RAMADHAN

Seorang mukmin di bulan ini berjihad untuk menjaga shaumnya, melawan dirinya untuk menjaga shaumnya dari apa yang diharamkan oleh Allah سبحانه وتعالى.  Selain itu, kita juga mesti menjaga sholat malam. Kita mesti bersungguh-sungguh untuk menjaga shaum dan sholat malam kita, menjaga hubungan kita dengan Al-Qur’an, mentadaburinya dan mengamalkan apa yang kita baca.

Kita sebagai seorang mukmin mesti terus-menerus berjuang melawan diri kita dari kemungkaran, kekejian, sehingga shaum kita sempurna dan selamat.

Syaikh Ibnu Qashim, berkata, “Ketahuilah olehmu, bahwasannya seorang mukmin terkumpul bagi seorang mukmin di bulan Ramadhan 2 jihad:

  1. Jihad melawan dirinya di siang hari untuk melaksanakan ibadah shaum.
  2. Dan melawan dirinya di malam hari untuk melaksanakan sholat malam.”

Maka barangsiapa yang terkumpul antara 2 jihad ini dan melaksanakan hak keduanya, sabar atas keduanya, akan mendapatkan pahala tanpa hisab.  Apa yang kita lakukan didunia akan mendapat pahala, sesuai yang kita perbuat. Untuk yang selain ahlul Qur’an dan yang shaum, mereka dikecualikan, karena pahala mereka tanpa hisab tanpa terhingga pahalanya, dan Al-Qur’an juga shaum akan menjadi syafa’at di sisi Allah.

Dari Sahabat Abdullah bin ‘Amr رضي الله عنه, Dari Nabi صلى الله عليه وسلم :

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ

“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.”
[HR. Ahmad, Shahih At-Targhib: 1429]

Al Qur’an dan shaum bisa menolong, memberi syafaat, bila seseorang menjaga shaumnya disiang hari dari yang diharamkan oleh Allah سبحانه وتعالى. Begitupun dengan menjaga ketika membaca Al-Qur’an dari kesalahan-kesalahannya. Begitupun dengan sholat malam, ia menjaga dari dosa-dosa, misalkan dosa hati yakni sifat riya’.

Penulis رحمه الله mengatakan:
Shaum akan menjadi syafaat bagi orang yang mencegah/menghalangi shaum dari yang diharamkan.  Jika seandainya shaum hanya menahan lapar dan dahaga, kemudian melakukan yang diharamkan oleh Allah, maka ini tidak akan menjadi syafaat, ini akan menjadi siksa bagi pelakunya. Makanya kita harus berupaya menjaga shaum kita, agar shaum dapat memberi syafaat bagi kita, bukan hanya menjaga dari rasa lapar dan dahaga saja.

Allah memerintahkan kepada Malaikat untuk memeriksa manusia.

  • Allah katakan kepada Malaikat “Ciumlah/periksalah keningnya”
  • Malaikat berkata “Aku dapati Al-Qur’an dikeningnya.”
    Dikatakan lagi “Periksalah hatinya!”
  • Malaikat menjawab “kudapati shaum dihatinya”
  • Dikatakan lagi “Periksalah kedua mata kakinya!”
  • Malaikat menjawab “kudapati Shalat malam di kedua mata kakinya. Dia telah menjaga dirinya dan Allah pun menjaganya.”

Inilah 2 jihad yang harus kita perjuangkan, menjaga shaum kita dan menjaga sholat malam kita, dan menjaga keharaman yang Allah haramkan, agar kita mendapat syafaat.

Begitupun Al-Qur’an, memberi syafaat kepada orang yang menjaga, mentadaburi, dan mengamalkannya.  Ada orang yang tidak bisa membaca Al-Qur’an, tapi ia sering mendengarkannya, kemudian ia mengamalkannya, maka bisa jadi pengamalannya itulah yang dapat memberikan syafaat kepadanya. Tapi bisa jadi orang yang banyak membaca Al-Qur’an, tapi ia tidak menjaga dari hal-hal yang diharamkan, maka akan jadi kecelakaan baginya.

Sesungguhnya orang yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, maka Al-Qur’an akan menjadi syafaat baginya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنَّ الْقُرْآنَ يَلْقَى صَاحِبَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يَنْشَقُّ عَنْهُ قَبْرُهُ كَالرَّجُلِ الشَّاحِبِ

Dan Sesungguhnya Al Quran akan menemui pemiliknya pada hari kiamat saat kuburnya terbelah seperti orang kurus.

فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِي فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ

ia berkata: Apa kau mengenaliku?; Pemilik Al Quran menjawab: Aku tidak mengenalimu,

فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِي فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ

ia berkata: Apa kau mengenaliku?; Pemilik Al Quran menjawab: Aku tidak mengenalimu.

فَيَقُولُ أَنَا صَاحِبُكَ الْقُرْآنُ الَّذِي أَظْمَأْتُكَ فِي الْهَوَاجِرِ وَأَسْهَرْتُ لَيْلَكَ وَإِنَّ كُلَّ تَاجِرٍ مِنْ وَرَاءِ تِجَارَتِهِ وَإِنَّكَ الْيَوْمَ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تِجَارَةٍ

Ia berkata: Aku adalah temanmu, Al Quran yang membuatmu haus di tengah hari dan membuatmu bergadang dimalam hari, setiap pedagang berada dibelakang dagangannya dan engkau hari ini berada dibelakang daganganmu.

فَيُعْطَى الْمُلْكَ بِيَمِينِهِ وَالْخُلْدَ بِشِمَالِهِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ وَيُكْسَى وَالِدَاهُ حُلَّتَيْنِ لَا يُقَوَّمُ لَهُمَا أَهْلُ الدُّنْيَا

Kemudian ia diberi kerajaan di tangan kanannya dan keabadian di tangan kirinya, di kepalanya dikenakan mutiara kemuliaan dan kedua orang tuanya dikenakan dua hiasan yang tidak bisa dinilai oleh penduduk dunia.(HR.Ahmad)

Ini adalah pahala untuk orang yang membaca Al-Qur’an. Akan dipakaikan kan dikepalanya hiasan (mahkota) kehormatan.

Dalam riwayat lain, ada kedua orang tua yang di pakaikan mahkota kehormatan, lalu keduanya berkata: Kenapa aku dikenakan perhiasan ini?

فَيُقَالُ بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ

Dikatakan pada keduanya: Karena (kalian telah memerintahkan) anak kalian berdua (untuk mempelajari/menghafalkan/mengamalkan) Al Quran.
(HR.Ahmad)

Kemudian penulis menukil perkataan Ibnu Mas’ud رضي الله عنه

“Selayaknya bagi pembaca Al Qur’an, mengetahui di malam harinya di saat manusia sedang terlelap tidur, dan di siang harinya di saat manusia sedang puasa, diamnya di saat manusia sedang berbincang.”

Jangan sampai kita termasuk orang yang celaka karena sebab Al-Qur’an. Maka tatkala kita menyia-nyiakan Al-Qur’an maka itu akan menjadi kecelakaan, kebinasaan.

Maka kita harus menjaga apa-apa yang diperintahkan oleh Allah, meninggalkan apa yang diharamkan oleh Allah سبحانه وتعالى. Karena seandainya kita mengabaikannya, maka kita akan binasa.

Kewajiban kita sebagai muslim adalah mengikuti apa yang datang dari Nabi صلى الله عليه وسلم dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, melaksanakan kebenaran bukan hanya ahli shaum atau ahli Al-Qur’an saja, tapi tidak melaksanakan kebenaran dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kita mesti bersemangat dalam melaksanakan ibadah kepada Allah سبحانه وتعالى. Kita harus bisa menahan rasa kantuk ketika membaca Al-Qur’an, atau ketika melaksanakan ibadah yang lainnya.

Ahnan bin Abi Al Hawaary berkata :
“Sesungguhnya aku betul-betul membaca Al-Qur’an karena aku memperhatikan, mentadaburi Al-Qur’an tiap satu ayat, aku merasa aneh, bagaimana penghafal Al-Qur’an itu tidur dengan tenang, tenang dalam urusan dunia. Jika seandainya mereka faham dan mengetahuinya dan bisa berlezat-lezat dengan Al-Qur’an maka mereka akan hilang rasa tidur karena akan bahagia dengan apa yang dikaruniakan (dapat membaca dan mentadaburi Al-Qur’an).”

Adapun orang yang bersamanya Al-Qur’an tertidur dimalam hari (tidak bangun malam untuk sholat malam), dan tidak mengamalkannya disiang hari maka Al – Qur’an bisa menjadi musuh, dihadapannya pada hari kiamat akan menuntut haknya yang telah disia-siakan selama didunia.

Dunia ini adalah tempatnya ujian, tempatnya beramal, tempatnya berharap dan cemas, tempatnya harap dan takut. Maka kewajiban bagi kita semua, menjadikan dunia ini sebagai rumah ujian, rumah adanya rasa harap dan takut. Jangan menjadikan dunia ini untuk berlezat-lezatan, karena itu adalah kebinasaan. Dan ini kita lakukan bukan hanya dibulan Ramadhan saja, tapi dibulan bulan selanjutnya dan seterusnya, hingga nanti kita bertemu dengan Rabb kita, Allah سبحانه وتعالى.

Hendaklah kita persiapkan diri kita untuk beramal di hari esok, siapkan diri kita untuk mengahadapi hari kiamat kelak, apa yang telah kita kedepankan untuk hari esok. Kita ini ada di dalam marabahaya, marilah kita bersiap-siap untuk menyongsong hari esok, dengan bersungguh-sungguh menjaga shaum kita, sholat kita, dan bacaan Al-Qur’an kita.

PERTANYAAN YANG DITUJUKAN KEPADA SYAIKH BIN BAZ رحمه الله

T : Apakah ada surat yang disana terdapat bahwa surat tersebut akan memberi syafa’at?

J : Wallahu’alam. Terdapat dalam Q.S. Al-Baqarah, maksud Al-Qur’an adalah hujjah, yang dapat menjadi penyelamat atau menjadi kecelakaan bagimu. Yang terpenting adalah baiknya amalan. Barangsiapa yang baik amalannya dan istiqomah, akan mendapat syafaat Al- Qur’an.

———————————————————-
Semoga kita termasuk orang yang baik amalannya dan istiqomah, sehingga kita mendapatkan syafaat Al-Qur’an pada hari kiamat, Aamiin.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button