Belajar Fiqh

Resume Kajian: Wazhaif Ramadhan (Bagian 6)

Kitab Wazhaif Ramadhan karya Syaikh 'Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim rahimahullah

بسم الله الرحمن الحيم

✒  Resume Kajian

🔊  :  Ustadz Nuruddin Abu Faynan Al Makky حفظه الله
📍    :  Kajian Online
📆  : Kamis, 22 Sya’ban 1441 H/16 April 2020
📕 : Kitab Wazhaif Ramadhan karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim rahimahullah
🔰   : Kitab Wazhaif Ramadhan bagian ke 6


KEUTAMAAN DERMAWAN DI BULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan adalah bulan yang Agung, bulan yang penuh berkah dimana kebaikan-kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadhan dilipatgandakan.

Syaikh Abdurahman bin Muhammad bin Qasim rahimahullah menganjurkan kepada kita untuk memiliki akhlak yang mulia, diantaranya adalah dermawan.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجودَ الناس، كان أجودُ ما يكونُ في رمضان حين يلقاه جبريل، وكان جبريلُ يلقاه في كل ليلة من رمضان، فيُدارسه القرآن، فلَرسولُ الله صلى الله عليه وسلم حين يلقاه جبريلُ أجودُ بالخير مِن الريحِ المُرسَلة

Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an. Maka sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keadaan Nabi صلى الله عليه وسلم di bulan Ramadhan itu lebih dermawan karena berinteraksi terus dengan Al-Qur’an, dengan lebih banyak membaca Al-Qur’an di setiap malam di bulan Ramadhan dan tadarus Al-Qur’an bersama Jibril.

Ada tambahan di riwayat yang lain,

وَلاَ يُسْأَلُ شيءً إلاَّ أعْطَاهُ

“Tidaklah diminta sesuatu kecuali pasti Nabi صلى الله عليه وسلم memberinya.” (HR. Ahmad)

Karena sebab sering tadarus Al-Qur’an yang dimana di dalam Al-Qur’an itu dianjurkan untuk memiliki akhlak yang mulia, salah satunya memiliki sifat dermawan, maka kedermawanan Nabi صلى الله عليه وسلم berlipat ganda di bulan Ramadhan melebihi kedermawanannya di bulan-bulan yang lain, sehingga Nabi صلى الله عليه وسلم bila diminta sesuatu pasti Nabi صلى الله عليه وسلم memberinya.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلمِ إذا دخل شهر رمضان أطلق كل إن أسير و أعطى كل سإل

“Dulu Rasulullah صلى الله عليه وسلم apabila masuk bulan Ramadhan pasti membebaskan setiap tawanan dan pasti memberi setiap yang meminta.” (HR. Baihaqi)

– Allah subhanahu wa ta’ala disifati dengan kedermawanan

Dari Sa’ad bin Abi waqash semoga Allah meridhai kepadanya dari Nabi صلى الله عليه وسلم

إن الله جواد يحب الجود

“Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالىذ Maha Dermawan dan mencintai sifat kedermawanan.” (HR. Tirmidzi)

Fudhail bin ‘Iyad berkata, “Allah سبحانه وتعالى setiap malam berkata ‘Saya Maha Dermawan, dari-Ku kedermawanan, jadi saya Yang Maha Dermawan’, mintalah kepada Allah.”

– Kedermawanan Allah berlipat ganda pada waktu-waktu yang khusus seperti pada bulan Ramadhan

Allah سبحانه وتعالى berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَ‍‍نِّ‍‍ي فَإِنِّ‍‍ي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah : 186)

Pada bulan-bulan selain Ramadhan Allah Maha Dermawan, apalagi di bulan Ramadhan karena bulan paling baik diantara semua bulan maka kedermawanan Allah berlipat ganda.

– Allah سبحانه وتعالى mensifati nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan sifat yang indah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi)

Jadi Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah manusia yang paling dermawan secara mutlak, sebagaimana bahwasannya Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah seutama-utamanya manusia, manusia yang sempurna dalam segala sifat-sifat yang terpuji.

Kedermawanan Nabi terkumpul padanya semua sifat kedermawanan dan kedermawanan Nabi صلى الله عليه وسلم bertambah di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan yang lainnya sebagaimana kedermawanan Allah سبحانه وتعلى berlipat ganda juga di bulan Ramadhan.

– Berlomba-lombalah dalam kebaikan ketika memasuki bulan Ramadhan

Ketika memasuki bulan Ramadhan maka diantara hal yang perlu kita ingat adalah pentingnya kita berlomba-lomba untuk memberikan kebaikan dan menolong orang lain sesuai dengan kemampuan kita.

Allah tabaarakallahu wa ta’ala berfirman

وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

Apa saja yang kamu nafkahkan, pasti Allah سبحانه وتعالى akan menggantinya.” (QS. Saba’ : 39)

Kita dianjurkan untuk banyak menafkahkan atau menginfakkan harta kita di jalan Allah di bulan Ramadhan dan di bulan yang lainnya, namun tatkala di bulan Ramadhan harus lebih banyak karena dalam rangka untuk mencontoh Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم.

– Akhlaq Nabi صلى الله عليه وسلم adalah akhlaq Al-Qur’an

Nabi صلى الله عليه وسلم talaqqi dan tadarus Al-Qur’an kepada Jibril di bulan Ramadhan. Jibril sebagaimana yang kita ketahui adalah malaikat yang paling mulia dan malaikat yang paling utama dan Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia dibandingkan dengan kitab-kitab yang lainnya.

Di dalam Al-Qur’an kita dianjurkan untuk berbuat baik dan memiliki akhlak yang mulia, dan Al-Qur’an ini menjadi akhlak Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Oleh karena itu, ketika Aisyah radhiyallahu ‘anhuma ditanya tentang akhlaq Nabi صلى الله عليه وسلم, Aisyah menjawab, “Akhlaq Nabi صلى الله عليه وسلم adalah akhlaq Al-Qur’an”

Dimana Nabi صلى الله عليه وسلم ridha sesuai ridha yang ada dalam Al-Qur’an, Rasulullah صلى الله عليه وسلم marah sesuai dengan apa yang ada didalam Al-Qur’an, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersegera untuk melakukan kebaikan sebagaimana yang dianjurkan didalam Al-Qur’an, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menahan diri atau meninggalkan sesuatu yang dilarang didalam Al-Qur’an.

– Beberapa faedah atau manfaat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan di bulan Ramadhan:

1. Syaraful zaman atau kemuliaan waktu, dimana pahala ketika beramal di bulan Ramadhan itu dilipatgandakan

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أفضل الصدقة صدقة في رمضان.

“Seutama-utamanya sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

2. I’anatush Shaaimiin atau dalam rangka membantu orang-orang yang berpuasa

Orang yang memberi makan orang yang berpuasa mendapatkan pahala semisal orang yang berpuasa

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائمًا، كانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أجْر الصَّائمِ شَيْءٍ

“Barangsiapa yang memberi makan orang yang sedang berpuasa maka baginya seperti pahala yang beribadah puasa, pahala orang yang berpuasa tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun.”

3. Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah سبحانه وتعالى dermawan, di bulan Ramadhan terhadap para hamba-Nya dengan rahmat kasih sayang, ampunan, dan pembebasan dari api neraka terutama di malam Lailatul Qadar dan Allah سبحانه وتعالى menyayangi diantara para hambanya yang memiliki sifat sayang, sebagaimana Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

إِنَّمَا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ

Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hambaNya yang penyayang.” (HR. Thabrani)

Oleh karena itu, maka barangsiapa yang bersikap dermawan kepada hamba-hamba Allah pasti Allah akan membalasnya dengan pemberian dan kedermawanan, dan balasan itu tergantung jenis amalan.

4. Terkumpulnya puasa dan sedekah itu merupakan penyebab masuk surga

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ »

Sesungguhnya di surga ada kamar yang luarnya bisa dilihat dari dalamnya dan dalamnya bisa dilihat dari luarnya.” Lantas orang Arab Badui ketika mendengar hal itu langsung berdiri dan berkata, “Untuk siapa keistimewaan-keistimewaan tersebut, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Itu disediakan bagi orang yang berkata yang baik, memberi makan (kepada orang yang butuh), rajin berpuasa, dan melakukan shalat di malam hari ketika manusia terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Di bulan Ramadhan terkumpul berbagai ibadah yaitu ucapan baik, sedekah, berpuasa, dan shalat malam yang merupakan sebab-sebab kita bisa masuk surga.

– Ikutilah kesemangatan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu dalam berlomba-lomba dalam kebaikan

Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan di bulan Ramadhan sebagaimana sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu betul-betul bersegera dalam berbuat baik di bulan Ramadhan.

Sebagian ulama salaf berkata, “Shalat itu akan menyampaikan bagi yang melaksanakan shalat ke pertengahan jalan, dan puasa akan menyampaikannya kepada pintu Malik (Raja), dan sedekah akan mengambil tangannya dan akan memasukkannya ke Raja di Maha Raja yaitu Allah سبحانه و تعالى.

Oleh karena itu Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagaimana yang kita ketahui, dia adalah sahabat yang paling utama dibandingkan sahabat yang lain, karena selalu bersegera di dalam melakukan kebaikan, sebagaimana hadits berikut.

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ”anhu dia berkata bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

((مَن أصبح منكم اليوم صائمًا؟))، قال أبو بكر: أنا، قال: ((فمَن تَبِعَ منكم اليوم جنازة؟))، قال أبو بكر: أنا، قال: ((فمَن أطعم منكم اليوم مسكينًا؟))، قال أبو بكر: أنا، قال: ((فمَن عاد منكم اليوم مريضًا؟))، قال أبو بكر: أنا، فقال صلى الله عليه وسلم: ((ما اجتمعْنَ في امرئ إلا دخل الجنَّة

“.”Siapa diantara kalian yang pagi ini berpuasa?”, Abu Bakar berkata, “Saya”, kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم bertanya lagi, “Siapa diantara kalian yang mengantarkan jenazah?” maka Abu Bakar menjawab”, Abu Bakar berkata, “Saya”, “Siapa diantara kalian yang memberi makan hari ini kepada seorang miskin?”, Abu Bakar berkata, “Saya”, “Siapa yang menjenguk diantara kalian hari ini kepada yang sakit?”, Abu Bakar berkata, “Saya”. Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tidaklah terkumpul perbuatan-perbuatan yang tadi disebut pada seseorang kepada siapa saja kecuali pasti dia itu akan masuk surga.” (HR. Muslim)


Semoga kita bisa mencontoh nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم untuk lebih peduli kepada orang lain yang membutuhkan dan lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan, serta lebih semangat beribadah seperti ibadahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu yang selalu bersegera dalam beribadah aamiin

🌸 Muslimah Ibnul Qayyim 🌸

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button