Belajar Adab

MENUNDUKKAN SEBAGIAN PANDANGAN

Berlebih-lebihan dalam pandangan

Yang seharusnya kita lakukan adalah menundukkan pandangan dari perkara yang tidak halal untuk di pandang.

Tatkala kita membiarkan pandangan kita, yang merupakan lawan kata dari menundukkan pandangan, berarti kita telah berbuat maksiat kepada Allah Jalla Jalaluh. Karena Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita semuanya untuk menundukkan pandangan, yaitu sebagian pandangan, bukan seluruhnya.

Allah Ta’ala berfirman:

قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم

Katakanlah olehmu Muhammad, bagi orang-orang yang beriman untuk di tundukkan sebagian pandangan mereka.”

Arti (من) diatas bukan seluruhnya. Jadi tatkala ada sesuatu yang bermanfaat maka kita buka. Semisal jalan, masa ditundukkan terus, nanti berbahaya bisa jatuh dan lain sebagainya.

Sesuatu yang bermanfaat kita pandang, maka dibolehkan seandainya itu adalah maslahat untuk dipandang. Tapi sesuatu yang tidak halal, itu yang harus kita tundukkan.

🌸 *Muslimah Ibnu Qayyim* 🌸

💞 *MENUNDUKKAN SEBAGIAN PANDANGAN* 💞*Oleh : Ustadz Abu Faynan Nuruddin Al-Makky*▪Berlebih-lebihan dalam pandanganYang seharusnya kita lakukan adalah menundukkan pandangan dari perkara yang tidak halal untuk di pandang.▪Tatkala kita membiarkan pandangan kita, yang merupakan lawan kata dari menundukkan pandangan, berarti kita telah berbuat maksiat kepada Allah Jalla Jalaluh. Karena Allah Ta'ala memerintahkan kepada kita semuanya untuk menundukkan pandangan, yaitu sebagian pandangan, bukan seluruhnya.▪Allah Ta'ala berfirman:*قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم*_"Katakanlah olehmu Muhammad, bagi orang-orang yang beriman untuk di tundukkan sebagian pandangan mereka."_▪Arti (من) diatas bukan seluruhnya. Jadi tatkala ada sesuatu yang bermanfaat maka kita buka. Semisal jalan, masa di tundukkan terus, nanti berbahaya bisa jatuh dan lain sebagainya.▪Sesuatu yang bermanfaat kita pandang, maka di bolehkan seandainya itu adalah maslahat untuk di pandang. Tapi sesuatu yang tidak halal, itu yang harus kita tundukkan.🌸 *Muslimah Ibnu Qayyim* 🌸

Posted by Abu Faynan Nuruddin Al-Makky on Friday, January 3, 2020

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button