Belajar Aqidah

Kitab Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Pertemuan ke-1

Faidah Ilmu:
Kajian Embun Pagi
Rabu 20 Maret 2019

Ustadz Nuruddin Abu Faynan Al-Makky

Firman Allah ta’ala:

(شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَـٰۤىِٕكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلۡعِلۡمِ قَاۤىِٕمَۢا بِٱلۡقِسۡطِۚ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِیزُ ٱلۡحَكِیمُ)

“Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa, Maha-bijaksana.”
(Q.S. Ali ‘Imran, Ayat 18)

Penjelasan singkat:
1. Allah tidak mengambil kesaksian untuk mentauhidkan-Nya kecuali kepada malaikat dan ahli ilmu yang adil. Karena Dia tidak akan mengambil kesaksian kecuali kepada makhluk-Nya yang adil.

2. Allah menjadikan ahli ilmu dan malaikat sebagai hujjah bagi orang-orang yang ingkar terhadap ketauhidan-Nya, dengan demikian mereka ibarat dalil, ayat dan bukti-bukti bahwa “Tiada Sesembahan yang berhak diibadahi yang benar kecuali Allah”.

3. Dalam ayat tersebut, Allah menyebutkan satu kata kerja (fiil, yakni kata شهد) yg menunjukkan kaitan erat dengan kesaksian Allah. Seakan-akan Allah mencukupkan kesaksian mereka untuk menyatakan ketauhidan-Nya melalui lidah mereka. Allah menyatakan kesaksian atas keesaan-Nya sebagai permulaan & pengajaran, sedangkan orang-orang yang berilmu memberikan kesaksian atas ketauhidan Allah sebagai penegasan, pengakuan, pembenaran dan keimanan.

4. Jalan menuju puncak kebahagiaan di dunia maupun di akhirat adalah dengan menunaikan hak Allah yang telah Dia sebutkan dalam ayat tersebut, yakni mentauhidkan-Nya. Orang-orang yang berilmu tersebut akan mendapatkan pahala sebesar pahala orang-orang yang mendapatkan petunjuk berkat mereka. Ini merupakan kemuliaan besar yang batasnya tidak diketahui kecuali oleh Allah Ta’ala.

5. Kebahagiaan kita tergantung pengamalan ilmu yang kita ketahui, semakin kita berilmu, semakin banyak beramal. Ilmu yang dimaksud adalah ilmu syar’i yang sesuai dengan Alquran dan Assunnah.

Ma’had Safeera
– al-Faqir Abu Unaysah

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button