Belajar Aqidah

Bagaimana caranya agar kita tetap istiqomah menuntut ilmu?

Pertanyaan dari grup 1 :

Assalamualaikum ustadz ana mau nanya Bagaimana caranya agar kita tetap istiqomah menuntut ilmu? Jawabnnya: Diantara cara agar istiqomah dalam menuntut ilmu dengan cara kita sering membaca sejarah tentang keutamaan ilmu dan yang memiliki ilmu. Salah satu contohnya dalam kitab “Tarikh Dimasq” karya Ibnu ‘Asaakir diceritakan bahwa : ‘Atho bin Arrobbah seorang hamba sahaya yang hitam dan matanya buta sebelah kepunyaan wanita makkah… Datang kepadanya Sulaiman bin ‘Abdul Malik rajanya kaum mu’minin beserta kedua anaknya,,lalu mereka duduk kepadanya sedangkan ia sedang shalat, tatkala ia selesai shalat barulah ia menoleh kepada mereka, mereka tidak henti-hentinya bertanya tentang manasik haji… Kemudian Sulaiman berkata kepada kedua anaknya: _berdirilah kalian berdua lalu keduanya berdiri, lalu Sulaiman berkata_:

يا بني لا تنيا في طلب العلم؛ فإني لا أنسى ذلنا بين يدي هذا العبد الأسود _ “Wahai anakku janganlah kalian berdua menyepelekan dalam menuntut ilmu, maka sungguh aku tidak bisa melupakan kehinaan kami dihadapan hamba sahaya yang hitam ini” 

Diceritakan pula dalam kitab “Jawahir Al-Mudieah karya AlQurosy bahwa Abu Bakr AlKaasaani belajar ilmu agama kepada ‘Alaauddin As-Samarqondi yang menikahkan putrinya Fatimah yang paham agama lagi pula berilmu kepadanya muridnya (AlKaasaani), dikatakan bahwa penyebab menikahkan AlKaasaani dengan putri gurunya; dimana putri gurunya adalah wanita yang cantik dan telah hapal kitab “Attuhfah” karya ayahnya, dan sekelompok para raja di negri romawi memintanya untuk di nikahi, maka ayahnya menolaknya, lala datang Al-Kaasaani , dan Ia terus menerus belajar kepada ayahnya dan sibuk dengan ilmu, lalu ia cerdas di bidang ilmu usul dan furu’ , lalu menulis kitab “Al Badaa’i” yaitu sebagai penjelasan kitab “Attuhfah”, lalu ia menyodorkan kitab itu kepada gurunya maka gurunya bertambah gembira dengannya, lalu gurunya menikahkannya kepada putrinya dan menjadikan maharnya adalah kitab yang di karangnya, oleh karena itu para fuqoha berkata: شرح تحفته ، وزوجه ابنته _Ia (AlKaasani) mensyarah tuhfahnya (kitab karangan gurunya), lalu ia (gurunya Assamarqondi) menikahkan (AlKaasani) kepada putrinya_ MasyaAllah begitulah keutamaan ilmu dan ahlinya..

Tidak sesuatu dunia yang Paling mulia dari pada ilmu dan tidak ada yang menandinginya sesuatu apapun jika ikhlas dalam menuntut ilmu. Jadi yang perlu di ingat selain keutamaan ilmu dan ahlinya, hendaklah kita selalu mengikhlaskan diri kita dalam menuntut ilmu, bertaqwa kepada Allah, mengamalkan ilmu, dan mengikuti kesemangatan para ulama salaf dalam belajar, begitu pula belajar dengan bimbingan ulama, setahap Demi setahap dalam belajarnya dan adab-adab Lainnya yang perlu kita perhatikan insyaAllah akan istiqomah dalam menuntut ilmu. Adapun jika menuntut ilmunya tidak ikhlas, tidak bertaqwa, tidak mengamalkan ilmu, tanpa bimbingan ulama, tertipu dg ilmu, sombong, tergesa-gesa untuk mencapai buahnya dan hama2 Lainnya yang mesti dijauhi penuntut ilmu Karena hama2 itu merupakan kerikil2 yang menghalangi seseorang untuk istiqomah dalam manimba ilmu. Demikian di antara yang bisa saya jawab.

Semoga bermanfa’at. Wallahu ‘alam.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button