Belajar Fiqh

RENDAH HATI DALAM MENUNTUT ILMU

Selayaknya penuntut ilmu sanggup menanggung derita  di saat belajar di majlis ilmu dan menghiasi dirinya dengan adab-adab penuntut ilmu karena kemulian ilmu…
Saudaraku …
Hiasilah diri kita dengan adab-adab hati seperti kehormatan, kebijaksanan, kesabararan dan menerima kebenaran.
Hati-hati dengan penyakit kesombongan seperti :
  • Enggan hadir di majlis ilmu, karena merasa cukup mendapatkan ilmu dari radio & internet, padahal pahala & keutamaan menuntut ilmu dengan hadir di majlis ilmu tidak dapat tergantikan dengan radio & internet.
  • Lancang kepada gurumu baik dengan lisan ataupun reaksi
  • Berjalan di hadapan gurumu dengan penuh congkak
  • Meremehkan kepada yang keilmuannya lebih sedikit, sehingga anda tidak mau menerima ilmu darinya

Perlu diingat … Sombong adalah maksiat yang pertama kali dilakukan iblis … tatkala Allah merintahkan iblis untuk bersujud kepada Adam , iblis menolak dan sombong… Saudaraku …

Bagi siapa saja yang masih berat untuk duduk bersimpuh di majlis ilmu, hendaklah melawan segala godaan syaithon yang selalu menggoda kita dengan berbagai macam alasan karena;
  • Urusan keluarga yang tak ada habisnya
  • Pekerjaan belum selesai
  • Merasa cukup mendapatkan ilmu via radio & internet
  • Ustadznya tidak terkenal
  • Atau alasan-alasan lainnya
Saudaraku …
❤ Rendahkan hati anda dengan mendatangi majlis ilmu ❤ Keberkahan ilmu akan anda dapatkan  dengan cara mendatangi majlis ilmu bukan hanya melalui media.
العلم يؤتى ولايأتي Ilmu itu didatangi bukan mendatangi
❤ Para Malaikat -yang merupakan makhluq agung, tak pernah bermaksiat kepada Allah, dan selalu ta’at terhadap perintah Allah- mereka meletakkan sayap-sayap mereka dalam rangka tawadhu’ (rendah hati) karena ridha terhadap penuntut ilmu …
❤ Maka bagaimana dengan kita -Manusia yang lemah dan banyak kekurangan- Kapankah kita akan merendahkan hati kita karena kemuliaan ilmu & hadir di majlis ilmu?
❤ Baarakallah fiikum wa zaadakumullah hirshan wa ilman
_________________
Makkah, 29/4/1436 H

By Nuruddin Abu Faynan

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button